Jumat, 06 Februari 2015

Mengenai candi prambanan

Halaman kedua terdiri dari 16 Candi, 3 besar candi utama atau Trimurti yaitu Candi Siwa yang mempunyai tinggi 47 meter, Candi  Wisnu disebelah utara dan Brahma di sebelah selatan yang setiap candi mempunyai  tinggi 33 meter . 3 candi wahana yang berada tepat di depan candi utama. 

Candi Nandi yang didalamnya terdapat arca Lembu adalah kendaraan  Siwa dan dibelakang kanan kiri ada arca Chandra dewa bulan yang berdiri diatas kereta yang ditarik 10 kuda yang melambangkan bulan dalam satu tahun jaman masehi dan Surya dewa matahari yang berdiri diatas kereta yang ditarik 7 kuda yang melambangkan hari dalam seminggu .  


Candi Garuda  adalah kendaraan dewa Wisnu, yang letaknya di utara candi Nandi , saat ini arcanya kosong.
Candi Angsa adalah kendaraan dewa Brahma. saat ini arcanya  juga kosong.

2 candi Apit memiliki tinggi 14 meter yang terletak diantara Candi Trimurti dan wahana yang berfungsi untuk penjaga.
4 candi Kelir yang memiliki tinggi 2 meter yang berada di setiap pintu masuk yang berfungsi untuk arah mata angin.
4 candi patok yang memiliki tinggi 2 meter yang terletak disetiap sudut candi, yang berfungsi untuk menaruh sesaji.
  


Candi Siwa adalah candi yang diagung-agungan karena Siwa adalah Dewa Pemusnah. Saat ini candi Siwa sedang dipugar, Candi Siwa terbagi menjadi 4 ruangan. 


Ruang pertama adalah Siwa Mahadewa yang memiliki 4 tangan dan 3 mata, yang setiap tangan memegang benda seperti tasbih, rambut ekor kuda pengusir lalat, dan trisula. Arca Siwa berdiri diatas bunga teratai. 
 
 Ruang kedua adalah istrinya yaitu Durga Mahesasuramadini atau kerap di sebet Roro jonggrang, yang memiliki 8 tangan, Durga juga dikenal sebagai pembasmi Mahisasura yang ia pegang di tangan bawah bagian kiri dan ia berdiri diatas lembu rengkarnasi dari Asura.
 
Diruang ketiga adalah Ganesha, anak dari Siwa yang memiliki kepala Gajah dan tubuh manusia yang berperut buncit dan hidung panjang. 

  
Ruang terakhir adalah Siwa Mahaguru. Arca ini meliliki postur tubuh agak gemuk dan berjenggot dengan tangan kanan memegang tasbih sdan tangan kiri memegang sebuah kendi. Di belakangnya, di sebelah kiri terdapat pengusir lalat dan di sebelah kanan terdapat trisula.






Candi Brahma yang hanya meliki satu ruangan. Brahma memiliki 4 tangan dan 4 kepala, disalah satu tangan Brahma memegang Kendi yang berisi Air Murni. Brahma juga berdiri diatas bunga Teratai. Di pinggir candi Brahma terdapat relief cerita Ramayana yang menceritakan Rama dan Shinta yang dilanjutkan di Candi Siwa.




Relief lain yang menarik adalah pohon Kalpataru didalam agama Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan, kelestarian dan keserasian lingkungan.  Relief pohon Kalpataru digambarkan tengah mengapit singa dan dibawah pohon itu ada sepasang burung kembar yang menceritakan kehidupan sewaktu didalam kandungan.



Candi Wisnu juga hanya memiliki satu ruangan, Wisnu memiliki 4 tangan. Tangan kanan belakang memegang Cakra senjata Wisnu sedangkan tangan kiri memegang tiram. Tangan kanan depan memegang gada dan tangan kiri memegang setangkai bunga teratai. dan berdiri diatas bunga Teratai. Di pinggir candi ini terdapat relief yang menceritakan tentang Krisnayana. Krisnayana adalah kisah kehidupan Krisna sejak ia dilahirkan sampai ia berhasil menduduki tahta Kerajaaan Dwaraka.

Kamis, 05 Februari 2015


Etimologi

Nama Prambanan, berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri, diduga merupakan perubahan nama dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu Para Brahman yang bermakna "Brahman Agung" yaitu Brahman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tak dapat digambarkan, yang kerap disamakan dengan konsep Tuhan dalam agama Hindu. Pendapat lain menganggap Para Brahman mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para brahmana. Pendapat lain mengajukan anggapan bahwa nama "Prambanan" berasal dari akar kata mban dalam Bahasa Jawa yang bermakna menanggung atau memikul tugas, merujuk kepada para dewa Hindu yang mengemban tugas menata dan menjalankan keselarasan jagat.
Nama asli kompleks candi Hindu ini adalah nama dari Bahasa Sansekerta; Siwagrha (Rumah Siwa) atau Siwalaya (Alam Siwa), berdasarkan Prasasti Siwagrha yang bertarikh 778 Saka (856 Masehi). Trimurti dimuliakan dalam kompleks candi ini dengan tiga candi utamanya memuliakan Brahma, Siwa, dan Wisnu. Akan tetapi Siwa Mahadewa yang menempati ruang utama di candi Siwa adalah dewa yang paling dimuliakan dalam kompleks candi ini.

Candi Prambanan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Candi Prambanan
Prambanan Trimurti.jpg
Situs Warisan Dunia UNESCO
Negara  Indonesia
Tipe Budaya
Kriteria i, iv
Nomor identifikasi 642
Kawasan UNESCO Asia Pasifik
Tahun pengukuhan 1991 (sesi ke-15)
Candi Prambanan atau Candi Loro Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna 'Rumah Siwa'), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.
Kompleks candi ini terletak di kecamatan Prambanan, Sleman dan kecamatan Prambanan, Klaten, [1] kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.[2] Letaknya sangat unik, Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah adminstrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten.
Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil.[3] Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia.[4]
Menurut prasasti Siwagrha, candi ini mulai dibangun pada sekitar tahun 850 masehi oleh Rakai Pikatan, dan terus dikembangkan dan diperluas oleh Balitung Maha Sambu, di masa kerajaan Medang Mataram.

Candi Prambanan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Candi Prambanan
Prambanan Trimurti.jpg
Situs Warisan Dunia UNESCO
Negara  Indonesia
Tipe Budaya
Kriteria i, iv
Nomor identifikasi 642
Kawasan UNESCO Asia Pasifik
Tahun pengukuhan 1991 (sesi ke-15)
Candi Prambanan atau Candi Loro Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna 'Rumah Siwa'), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.
Kompleks candi ini terletak di kecamatan Prambanan, Sleman dan kecamatan Prambanan, Klaten, [1] kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.[2] Letaknya sangat unik, Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah adminstrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten.
Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil.[3] Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia.[4]